Satu hari itu
Satu hari itu, kakiku dipaku..
Tangisan merembes, jiwa aku kosong...
aku destruksi - fasa yang maha hebat..
Hari itu juga,tangan aku diikat,
mulut bergam padu,aku tertewas..
Tangisan merembes, jiwa aku kosong...
aku destruksi - fasa yang maha hebat..
Hari itu juga,tangan aku diikat,
mulut bergam padu,aku tertewas..
Allah Maha Besar..
Habluminallah, Habluminnanas..
Di titik di hati seorang ibu, cinta dan kasih tak terucap..
buat jiwa yang lahir dari rahimnya...
Separa sedar, aku bangkit..
menyusun catur kehidupan,walaupun...
rajanya telah tertewas,ampuh digodam permaisuri sang hitam...
maka terkial2 aku menyusun laskar sang putih, membenteng istanaku..
mampukah aku kembali memegang cokmar..
dan menzahirkan senyuman, walaupun sepaling palsu,
hakikatnya hanya untuk membahagiakan puteriku...
dan menzahirkan senyuman, walaupun sepaling palsu,
hakikatnya hanya untuk membahagiakan puteriku...
saat jiwa paling lara...
sya
19/03/2014
No comments:
Post a Comment